Journal of Nursing and Health http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh <p><strong>Journal of Nursing and Health (JNH)</strong> -<a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1451270756" target="_blank" rel="noopener"> ISSN 2502-1524</a> (Online - Electronic) is a peer-reviewed, open access scholarly journal publishes high-quality manuscripts on innovative research covering all aspects of nursing and health science core The scope is in the fields of health (basic nursing, medical/surgical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, women nursing, community health nursing, pediatric nursing, family nursing, emergency nursing, mental nursing, gerontic nursing, education in nursing, public health, and also nursing management, hematology, clinical chemistry, immunoserology, microbiology, parasitology, clinical toxicology, molecular biology, health information technology, medical records). <strong>The journal is published four times a year, namely March, June, September and December</strong>.</p> Yakpermas Press en-US Journal of Nursing and Health 2502-1524 HUBUNGAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM DENGAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK INTAN HUSADA JATIROGO TUBAN http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/359 <p><strong>Pendahuluan</strong> Kepatuhan diet rendah garam merupakan tantangan besar bagi pasien hipertensi, jika pasien hipertensi tidak patuh maka akan menyebabkan komplikasi terhadap penyakit-penyakit lain serta meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan diet rendah garam dengan tekanan darah pasien hipertensi di Klinik Intan Husada Jatirogo Tuban. <strong>Metode </strong>Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di Klinik Intan Husada Jatirogo Tuban, bulan September tahun 2023, sebanyak 38 pasien. Besar sampel penelitian ini sebanyak 34 responden. Teknik samping penelitian ini adalah <em>accidental sampling. </em>Teknik analisis data menggunakan uji <em>spearman rho. </em><strong>Hasil</strong> penelitian menunjukkan sebanyak 15 responden yang tidak patuh menjalankan diet rendah garam lebih dari sebagian (66,7%) mengalami hipertensi sedang, dan sebanyak 18 responden yang patuh menjalankan diet rendah garam sebagian besar (89,5%) mengalami hipertensi ringan. Hasil uji <em>spearman rho</em> didapatkan p value = (0,000) &lt; (0,050) dan nilai <em>Correlation Coefficient</em> = 0,820* sehingga H<sub>1</sub> diterima, maka ada hubungan kepatuhan diet rendah garam dengan tekanan darah pasien hipertensi di Klinik Intan Husada Jatirogo Tuban dengan tingkat keeratan hubungan yang sangat kuat. <strong>Kesimpulan</strong> Pasien disarankan mematuhi diet dan diimbangi dengan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin setiap hari, serta konsumsi obat sesuai anjuran. Perawat diharapkan selalu memberikan motivasi dan dorongan kepada pasien menjaga kesehatan dimulai dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat untuk mencegah terjadinya hipertensi maupun komplikasi lainnya.</p> <p><strong><em>Kata Kunci</em></strong><em> <strong>: </strong></em><em>Kepatuhan, Diet Rendah Garam, Tekanan Darah, Hipertensi.</em></p> Fakhrun Nisa Fiddaroini Fiddaroini Karisma Dwi Ana Copyright (c) 2024 Fakhrun Nisa, Fiddaroini Fiddaroini, Karisma Dwi Ana https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2024-06-11 2024-06-11 9 1, Maret 1 8 PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP KECEMASAN DI PRE OPERASI PADA PASIEN SC http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/290 <p><em><strong>Pendahuluan</strong> Sectio Caesarea</em> adalah prosedur pembedahan di mana sayatan dibuat di dinding perut dan rahim untuk mengeluarkan janin agar bisa menyelamatkan dan mempertahankan kehidupan ibu dan janinnya, sehingga dapat menimbulkan kecemasan. Upaya alternatif untuk mengelola kecemasan pra operasi salah satunya menggunakan terapi musik klasik (<em>Beethoven</em>). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik terhadap kecemasan pasien <em>Sectio Caesarea</em> di pre operasi dengan tindakan anestesi spinal di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang.. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode <em>Pra-Eksperimental</em> dengan pendekatan <em>One Group Pra-Post Test Design</em>. Musik yang digunakan dalam penelitian ini adalah musik klasik <em>Beethoven</em>. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pasien SC yang mengalami kecemasan di pra operasi dengan tindakan spinal anestesi yang berjumlah 50 responden dengan teknik <em>consecutive sampling</em>. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner APAIS (<em>Amsterdam Pre Operative Anxiety and Information Scale</em>) dengan analisis data menggunakan uji <em>parametrik paired t test</em>. Hasil penelitian menunjukkan kecemasan di pra operasi pasien <em>Sectio Caesarea</em> (SC) sebelum diberikan terapi musik klasik memiliki rata-rata skor kecemasan adalah 17,30 dan sesudah diberikan terapi musik klasik memiliki rata-rata skor kecemasan adalah 11,42. Terdapat perbedaan kecemasan di pra operasi pada pasien <em>Sectio Caesarea</em> (SC) sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik di ruang <em>Instalasi Bedah Sentral</em> RSUD Dr. M. Ashari Pemalang dengan nilai <em>Mean</em>±SD 5.88±2.50 (<em>Confidence Interval </em>95%,<em> minimum</em> 5.16 dan <em>maximum</em> 6.59) dengan p value (0,001). Maka dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa pemberian terapi musik klasik (<em>Beethoven</em>) ada pengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan dipre operasi pada pasien <em>Sectio Caesarea</em>.</p> Fildzah Husna Izzati Rahmaya Nova Handayani Eza Kemal Firdaus Copyright (c) 2024 Fildzah Husna Izzati, Rahmaya Nova Handayani, Eza Kemal Firdaus https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2024-03-25 2024-03-25 9 1, Maret 9 18 10.52488/jnh.v9i1, Maret.290 HUBUNGAN KEPUASAN DENGAN MINAT KUNJUNGAN ULANG PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TANGGUL BERBASIS THEORY OF PLANNED BEHAVIOR http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/238 Nikmatur Rohmah Laela Nur Rochma Luh Titi Handayani Rifqotul Husna Copyright (c) 2024 Nikmatur Rohmah, Laela Nur Rochma, Luh Titi Handayani, Rifqotul Husna https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2024-03-25 2024-03-25 9 1, Maret 19 25 GAMBARAN KUALITAS HIDUP ANAK SAAT PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI POLIKLINIK ANAK RSUD AJIBARANG http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/354 <p>Kejadian TB pada anak dapat terjadi karena anak-anak merupakan kelompok penduduk yang rentan terhadap penyakit. Kualitas hidup penderita TB dapat menurun karena proses pengobatan yang cukup lama sedangkan kualitas hidup pasien tuberkulosis merupakan hal penting untuk dinilai karena tuberkulosis dapat mempengaruhi hidup seseorang dalam segala aspek, baik fisik, fungsional, psikologis, maupun sosialnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hidup anak saat pengobatan tuberkulosis di Poliklinik Anak RSUD Ajibarang. Jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan desain deskriptif. Sampel adalah pasien anak dengan tuberkulosis yang berobat di Poliklinik Anak RSUD Ajibarang sebanyak 95 responden dengan teknik <em>consecutive </em><em>sampling</em>. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji distribusi frekuensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik anak dengan TB sebagian besar responden memiliki usia 10 tahun (20%), memiliki jenis kelamin laki-laki (65.3%), tidak memiliki penyakit penyerta (58.9%) dan memiliki lama sakit 7 bulan (40%). Kualitas hidup anak saat pengobatan tuberkulosis sebagian besar dalam kategori baik (48.4%). Kesimpulannya adalah anak dengan TB memiliki kualitas hidup yang baik. Diharapkan keluarga dapat mengurangi kebiasaan merokok dalam keluarga yang dapat mengganggu kesehatan anak dengan tuberkulosis. Selain itu, diharapkan orang tua tetap mempertahankan perilaku pemberian pengobatan yang sudah baik.</p> Ika Peni Kurniasari Noor Yunida Triana Siti Haniyah Copyright (c) 2024 Ika Peni Kurniasari https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2024-03-25 2024-03-25 9 1, Maret 26 34 10.52488/jnh.v9i1, Maret.354 PENGARUH ELEVASI KAKI TERHADAP PENCEGAHAN HIPOTENSI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA SPINAL ANESTESI http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/289 <p><em>Sectio caesarea</em> merupakan suatu cara untuk melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. Teknik regional dengan spinal anestesi telah menjadi jenis pilihan anestesi yang sering digunakan pada operasi <em>sectio caesarea</em> karena onset yang cepat dan teknik ini membuat pasien tetap dalam keadaan sadar sehingga masa pulih lebih cepat sehingga dapat dimobilisasi lebih cepat. Efek samping yang sering terjadi pada spinal anestesi yaitu terjadinya hipotensi. Secara non farmakologi pencegahan hipotensi dapat dilakukan dengan cara pemberian elevasi kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh elevasi kaki dengan pencegahan hipotensi pada pasien <em>sectio caesarea</em> dengan tindakan spinal anestesi. Metode penelitian ini menggunakan jenis desain Pre-<em>eksperimental</em> dengan pendekatan <em>One-Shot Case Study</em>. Teknik yang digunakan adalah <em>consecutive sampling</em> sebanyak 39 responden. Hasil penelitian ini kami mengkonfirmasi ada pengaruh elevasi kaki terhadap pencegahan hipotensi dengan nilai mean beda 11.35 ± 5.43 dengan nilai (OR 9.59 13.12 CI 95%) dengan p value 0.001. Kesimpulannya adalah pemberian elevasi kaki 30° berpengaruh dalam mencegah hipotensi pada pasien <em>Sectio caesarea</em> dengan tindakan spinal anestesi.</p> karlisa Rahmaya Nova Handayani Eza Kemal Firdaus Copyright (c) 2024 karlisa, Rahmaya Nova Handayani, Eza Kemal Firdaus https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2024-03-25 2024-03-25 9 1, Maret 35 41 10.52488/jnh.v9i1, Maret.289 FAKTOR DETERMINAN PRODUKSI ASI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DENGAN SPINAL ANESTESI DI RSI BANJARNEGARA http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/352 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Sectio caesarea dapat menimbulkan masalah bagi ibu dan bayi yang dilahirkan. Namun tidak semua ibu mampu memberikan Air Susu Ibu, hal ini disebabkan karena adanya masalah pada kelancaran produksi Air Susu Ibu terutama pada ibu post sectio caesarea. Nyeri yang dialami pada ibu juga dapat menghambatnya produksi prolaktin dan oksitosin sehingga berpengaruh terhadap kelancaran produksi Air Susu Ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan produksi Air Susu Ibu pada pasien sectio caesarea. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan <em>cross setional</em> dengan menggunakan <em>consecutive sampling. </em>Responden pada penelitian ini adalah produksi ASI pada pasien <em>sectio caesarea </em>dengan spinal anestesi di RSI Banjarnegara dan didapatkan hasil sebanyak 44 responden. Dengan analisis univariat dan tabulasi silang (crosstab). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan observasi. Jenis data primer dan sekunder. Hasil: Penelitian didapatkan bahwa asupan cairan sebagian besar sebanyak &gt;8 gelas/hari sebesar 33 responden (75.0%), asupan nutrisi sebanyak &gt;3x/hari sebesar 27 responden (61.4%), usia dengan kategori &lt;35 tahun sebesar 39 responden (88.6), nyeri post operasi dengan kategori ringan sebanyak 37 responden (84.1%), kecemasan kategori ringan dan sedang sebanyak 28 responden (63.6%), kelainan bayi kategori bayi normal sebanyak 44 responden (100%), jenis obat kategori bupivacaine sebanyak 44 responden (100%) di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. <strong>Simpulan:</strong> Tidak adanya faktor yang mempengaruhi pada produksi air susu ibu dengan spinal anestesi dalam faktor ibu, faktor bayi dan obat yang digunakan.</p> Fathiya Fath Copyright (c) 2024 Fathiya Fath https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2024-06-11 2024-06-11 9 1, Maret 42 50 10.52488/jnh.v9i1, Maret.352 GAMBARAN KOMPLIKASI PASCA SPINAL ANESTESI DENGAN SUB ARACHNOID BLOCK (SAB) DI RS KHUSUS BEDAH JATIWINANGUN http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/350 <p><strong><em>Introduction The incidence of spinal anesthesia is increasing worldwide, according to WHO data showing that around 5% or 15 million surgical procedures are carried out using spinal anesthesia techniques. The aim of this research is to determine the complications that occur after spinal anesthesia with Sub Arachnoid Block (SAB). The research design used is quantitative analytical descriptive with a cross-sectional approach. The research was conducted in July 2023. Samples were taken using a purposive sampling technique of 57 respondents. The instruments used in this study were measuring hypotension using a bedside monitor, arrhythmia using an oximeter and urine retention using a urine bag. Meanwhile, for PONV, PAS, PDPH, back pain, use an observation sheet. The data processing technique in this research uses univariate analysis. The results showed that the majority of respondents in this study experienced hypotension with 43 (75%) respondents, arrhythmia 38 (66.7%) respondents, PONV 34 (57.6%) respondents, PAS 42 (73.7%) respondents, PDPH 33 (57.9%) respondents, back pain 43 (75.4%) respondents, urinary retention 39 (68.4%) respondents. The conclusion of this study is post-spinal anesthesia complications, namely hypotension, arrhythmia, PONV, PAS, PDPH, back pain and urinary retention. Patients after surgery and using spinal anesthesia are always monitored and observed properly so that post-operative complications with spinal anesthesia are minimal and can be controlled.</em></strong></p> Ais Asri Sanubari. NM Made Suandika Amin Sutanto Copyright (c) 2024 Ais Asri Sanubari. NM https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2024-03-25 2024-03-25 9 1, Maret 51 58 10.52488/jnh.v9i1, Maret.350 GAMBARAN BROMAGE SCORE PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN ANESTESI SPINAL DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH JATIWINANGUN PURWOKERTO http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/300 Eni Fathatun Nisa Anwari Made Suandika Wasis Eko Kurniawan Copyright (c) 2024 Eni Fathatun Nisa Anwari https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2024-03-25 2024-03-25 9 1, Maret 59=66 59=66 10.52488/jnh.v9i1, Maret.300 GAMBARAN MINAT BELAJAR SKILLAB PADA MAHASISWA ANESTESIOLOGI DI UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/305 <p><strong><em>Latar belakang: Wabah COVID-19 membawa dampak penting bagi dunia pendidikan di Indonesia. </em></strong><strong><em>Pembelajaran konvensional yang sebelumnya berubah menjadi pembelajaran online guna mencegah penyebaran virus. Pembelajaran online merupakan sistem pembelajaran yang dilakukan dengan tidak bertatap muka langsung, tetapi menggunakan platform yang dapat membantu proses belajar mengajar yang dilakukan meskipun jarak jauh. Mahasiswa masih tidak dapat menghadiri kursus laboratorium tatap muka karena berbagai alasan seperti keterampilan teknologi, kurangnya komunikasi, masalah listrik dan layanan internet yang kurang terjangkau dalam mengakses pendidikan online sehingga sebagian mahasiswa merasa pembelajaran online tidak efektif serta mahasiswa belum siap menerima cara belajar modern dan masih nyaman menggunakan cara lama. Dimana Skills Lab merupakan salah satu bentuk kegiatan belajar mengajar yang menitik beratkan pada keterampilan mahasiswa untuk melatih keterampilan di laboratorium. Akibat dari pembelajaran oline akan berdampak terhadap minat belajar mahasiswa yang merupakan faktor pendorong mahasiswa dalam belajar berdasarkan minat atau kesenangannya belajar, tanpa adanya minat belajar dikalangan mahasiswa, mengakibatkan hasil yang kurang optimal dalam proses pembelajaran. Berdasarkan umpan balik mahasiswa, studi terbaru menunjukkan bahwa mahasiswa lebih memilih penyampaian materi laboratorium secara langsung. </em></strong><strong><em>Tujuan: mengetahui </em></strong><strong><em>gambaran minat belajar skillab pada mahasiswa anestesiologi di Universitas Harapan Bangsa. Metode: penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik purposive sampling didapat 109 responden. Penelitian ini menggunakan kusioner minat belajar. Hasil penelitian ini adalah</em></strong><strong><em> minat belajar skillab pada mahasiswa anestesiologi di universitas harapan bangsa adalah mayoritas katagori minat belajar mahasiswa tinggi sebanyak 76 mahasiswa (69.7%) dengan mayoritas jenis kelamin mahasiswa minat belajar tinggi adalah perempuan sebanyak 41 mahasiswa (37.6%). Kesimpulan: hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar minat belajar mahasiswa anestesiologi dalam kategori tinggi.</em></strong></p> Made Bintang Langga Bayang Bujangga made suandika Danang Tri Yudono made suandika Copyright (c) 2024 Made Bintang Langga Bayang Bujangga, made suandika, made suandika, Danang Tri Yudono, made suandika https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2024-03-25 2024-03-25 9 1, Maret 77 84 10.52488/jnh.v9i1, Maret.305 GAMBARAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU PULIH SADAR PASIEN PASCA ANESTESI UMUM DI RSUD DR. SOEDIRMAN KEBUMEN http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/304 Firda Nugrahani Made Suandika Amin Susanto Copyright (c) 2024 Firda Nugrahani, Made Suandika, Amin Susanto https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2024-03-25 2024-03-25 9 1, Maret 67 76 10.52488/jnh.v9i1, Maret.304 KOMBINASI DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) DENGAN SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES TIPE II http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/356 <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Latar Belakang:</strong> Diabetes Melitus (DM) tipe II adalah penyakit degeneratif yang mengakibatkan mortalitas dan berisiko tinggi menyebabkan komplikasi. Terdapat 4 pilar dalam penatalaksanaan DM tipe II, yakni terapi gizi medis, terapi non-farmakologi, edukasi, dan latihan fisik.<strong>Tujuan: </strong>Penelitian memiliki tujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi DSME dengan senam kaki diabetik terhadap kadar gula darah pada pasien DM tipe II. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan <em>Quasy Experimental</em> menggunakan <em>pretest-posttest control group design </em>yang melibatkan 48 responden. Metode <em>consecutive sampling </em>dengan teknik <em>sampling non-probability </em>dilakukan untuk mendapatkan 48 orang responden yang dibedakan dua kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberi <em>Range of Motion </em>(ROM) dan kelompok intervensi dikombinasikan dengan DSME dan senam kaki. Analisis data dilakukan dengan uji t dengan <em>independent t-test </em>dan <em>paired t test</em>. &nbsp;<strong>Hasil:</strong> Kelompok intervensi memiliki nilai rerata yang awalnya 301,13 mg/dL berubah menjadi 184,08 mg/dL dengan selisih 117,04 mg/dL. Nilai rerata kelompok kontrol dari 281,00 mg/dL berubah menjadi 293,00 mg/dL dengan selisih -12,00 mg/dL. Nilai <em>p-value</em> dari uji <em>independent t test </em>yaitu 0,000 yang menandakan selisih kadar gula yang berbeda pada kedua kelompok. <strong>Kesimpulan: </strong>Kombinasi DSME dengan senam kaki diabetik efektif dalam mengurangi kadar gula darah penderita DM tipe II.</p> Rastia Ningsih Diyah Fatmasari Tri Johan Agus Yuswanto Ade Komariah , Marista Fiana Copyright (c) 2024 Rastia Ningsih, Diyah Fatmasari, Tri Johan Agus Yuswanto, Ade Komariah, , Marista Fiana https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2024-03-25 2024-03-25 9 1, Maret 85 93 10.52488/jnh.v9i1, Maret.356 MOBILISASI DINI UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN DAN LONG OF STAY PADA IBU POST SECTIO CAESARIA http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/358 <p><strong>Pendahuluan </strong>Angka persalinan <em>sectio caesarea</em> (SC)<em>&nbsp; </em>naik dari 5% pada tahun 2000 menjadi 31,9% pada tahun 2019. Periode pemulihan pada post operasi dikenal sebagai waktu yang rentan akan terjadinya komplikasi. Penurunan tekanan darah menjadi komplikasi yang sering terjadi. pada ibu nifas terjadi pada kurun waktu 1-24 minggu pertama, sedangkan Di Indonesia prevalensi gangguan kecemasan dan emosional menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukan bahwa 9,8% terjadi pada wanita usia 15 tahun keatas dengan gejala yang ditunjukan adalah kecemasan, dan prevalensi kejadian kecemasan pada minggu pertama kelahiran adalah 24%. Kecemasan pada ibu nifas terjadi karena perubahan pola istirahat dan tidur serta <em>body image</em> pada ibu nifas yang akan berangsur pulih pada 42 minggu pasca persalinan. <strong>Metode</strong> : penelitian ini mengunakan eksperimen pada kelompok intervensi dan kelopmpok kontrol dengan pre dan post test design, menggunakan 22 responden. <strong>Hasil</strong> : setelah dilakukan intervensi terdapat perubahan yang signifikan pada ibu yang diberikan kecemasan dengan menggunaakan fisher excact test diperoleh hasil<em> p-value</em> 0,032 lebih kecil dari 0,05, terdapat perbedaan hasil kecemasan pada kelompok intervensi setelah dilakukan mobilisasi. Perbedaan <em>long of stay</em> pada kelompok intervensi dengan mean (2,36) lebih kecil dari kelompok kontrol yaitu (3,09), dengan <em>Mann Whitney Test</em> diperoleh hasil p-value 0,002 lebih kecil dari 0,05</p> Tutik Kurniawati Mehnap Mehnap Sismulyanto Sismulyanto Copyright (c) 2024 Tutik Kurniawati, Mehnap Mehnap, Sismulyanto Sismulyanto https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2024-03-25 2024-03-25 9 1, Maret 94 101 10.52488/jnh.v9i1, Maret.358 ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU “M” UMUR 32 TAHUN MULTIGRAVIDA DI LINGKUNGAN KARANG BUYUK KELURAHAN AMPENAN SELATAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG KARANG http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/357 <p><strong>Pendahuluan</strong><strong>:</strong> Angka kematian ibu dan bayi yang terjadi pada kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu disebabkan oleh perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, dan gangguan sistem peredaran darah. Sedangkan penyebab utama kematian bayi adalah gangguan yang terjadi pada masa perinatal, kelainan kongenital dan genetik, serta pneumonia. &nbsp;<strong>Tujuan: </strong>Asuhan kebidanan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan hasil asuhan kebidanan pada ibu “M” umur 32 tahun multigravida di Lingkungan Karang Buyuk Kelurahan Ampenan Selatan Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang.<strong>Metode:</strong> Metode penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaah kasus (case study) dengan pengambilan kasus yaitu melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan langsung untuk data primer serta data sekunder dari dokumentasi rekam medik dan buku KIA. Teknik pengambilan sampel atau subjek penelitian yang digunakan adalah purposive sampling yang pengambilan sampel secara <em>purposive </em>didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yaitu usia kehamilan 32 minggu.<strong>Hasil:</strong> Pada riwayat kehamilan trimester I sampai trimester III ibu “M” rutin melakukan pemeriksaan antenatal care di pelayanan Kesehatan. Kemudian ibu “M” selama antenatal care melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, laboratorium, golongan darah dan USG. Pada kehamilan trimester III ibu “M” melakukan pemeriksaan laboratorium lengkap dan hasilnya semua normal sampai ke persiapan persalinan. Persalinan ibu “M” berlangsung pada umur kehamilan 38 minggu di Puskesmas Tanjung Karang. Proses involusi, proses laktasi dan lochea pada masa nifas berlangsung fisiologis. <strong>Kesimpulan: </strong>Ibu “M” melahirkan bayi dengan berat badan 3400 gram, PB : 52 cm, LIKA : 33 cm, LIDA : 34 cm, LILA : 12 cm dalam keadaan sehat dan sempurna. Diharapkan peneliti dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam melakukan asuhan kebidanan agar sesuai dengan standar pelayanan.</p> Ziadatul Munawarah Pramita PutriUtami Utami Nurul Hidayati Copyright (c) 2024 Ziadatul Munawarah, Pramita PutriUtami Utami, Nurul Hidayati https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2024-03-25 2024-03-25 9 1, Maret 102 109 10.52488/jnh.v9i1, Maret.357 KORELASI PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP PERILAKU ANAK DALAM MENGGOSOK GIGI DI TK ANNUR http://jurnal.politeknikyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/view/387 <p>Karies gigi merupakan penyakit tergolong yang sering terjadi dan cukup tinggi pada anak sekolah dasar. Kesehatan gigi anak tidak terlepas dari pengetahuan orang tua&nbsp; tentang kesehatan gigi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis korelasi pengetahuan orang tua tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap perilaku anak dalam menggosok gigi di tk annur. Metodelogi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasional dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel 150 anak DI TK Annur Mancar&nbsp; Peterongan Jombang. teknik pengambilan sampel menggunakan kuota sampling yang berjumlah 56 anak. Uji statistik yang digunakan adalah sperman rank. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi pengetahuan orang tua tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap perilaku anak dalam menggosok gigi dengan nilai p 0.01&lt; 0.05. orang tua sebaiknya mengajarkan anak menggosok gigi sedini mungkin hal ini agar anak mnjadi terbiasa dan mencegah terjadinya karis gigi.</p> Enny Puspita Sylvie Puspita Copyright (c) 2024 Enny Puspita, Sylvie Puspita https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2024-03-25 2024-03-25 9 1, Maret 110 116 10.52488/jnh.v9i1, Maret.387