PENGARUH PENERAPAN KOMPRES HANGAT PADA PASIEN KEJANG DEMAM DENGAN HIPERTERMI

Authors

  • Galih Tulus Febriawan Politeknik Yakpermas Banyumas
  • Puji Indriyani Politeknik Yakpermas Banyumas
  • Rahaju Ningtyas Politeknik Yakpermas Banyumas

DOI:

https://doi.org/10.52488/jnh.v5i1.117

Keywords:

World Health Organization (WHO), Kejang, imunisasi

Abstract

Latar belakang:Kejang demam/Step adalah bangkitan kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh (suhu rectal di atas 38C) yang disebabkan oleh suatu proses ektrakranium (di luar rongga tengkorak). Kejang tersebut biasanya timbul pada suhu badan yang tinggi (demam).Demamnya sendiri dapat disebabkan oleh berbagai sebab, tetapi yang paling utama adalah infeksi, Demam yang disebabkan oleh imunisasi juga dapat memprovokasi terjadinya kejang demam. Pada keadaan demam kenaikan suhu 10C akan mengakibatkan kenaikan metabolisme basal 10-15% dan kebutuhan oksigen akan meningkat 20%.World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah kasus demam di seluruh dunia mencapai 16 – 33 juta dengan 500 – 600 ribu kematian tiap tahun. (Setyowati, 2013). Profil Kesehatan Indonesia tahun (2013) menggungkapkan bahwa jumlah penderita demam yang disebabkan oleh infeksi dilaporkan sebanyak 112.511 kasus demam,dengan jumlah kematian 871 orang. Jumlah kasus demam meningkat dibandingkan tahun 2012 dengan angka 90.245 kasus demam infeksi pada anak di Indonesia. Dari angka kejadian hipertermi tahun 2010 di wilayah Jawa Tengah sekitar 2%-5% terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun disetiap tahunnya.

 

Kata kunci: World Health Organization (WHO), Kejang, imunisasi

Author Biographies

Galih Tulus Febriawan, Politeknik Yakpermas Banyumas

Keperawatan

Puji Indriyani, Politeknik Yakpermas Banyumas

Keperawatan

Rahaju Ningtyas, Politeknik Yakpermas Banyumas

Keperawatan

References

Bailon & Maglaya. (2010). Perawatan Kesehatan Keluarga :SuatuPendekatan Proses (Terjemahan).Jakarta :Pusdiknakes

Bulechek, G M, et al. (2016). Nursing Interventions Classifications.AlihBahasaIntan Sari &Roxsana Devi Tumanggor. Singapore : Elsevier

Dermawan&Setiawati.(2008). Media audiovisual. Jakarta. EGC

DinkesProvJateng (2015). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015.Semarang :DinkesProvinsiJawa Tengah.

Doengeos, Marilyne E.dkk (2010). Rencana Asuhan Keperawatan & Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi III. Alih Bahasa: I Made Kriasa. EGC : Jakarta.`

Erlinda, V. (2015).Penerapan Model Family-Centered Nursing TerhadapPelaksanaanTugasKesehatanKeluargaDalamPencegahanAsamUrat Di Wilayah KerjaPuskesmasSimpangTigaKabupaten Aceh Besar.File:///D:/New%20folder/106818-ID-penerapanmodel-family-centerednursingter.pdf. Diaksespada 5 Mei 2018

Gunawan, L (2008). HipertensiTekananDarahTinggi :Kesehatanmasyarakat. Yogyakarta :Kanisius.

Herdman, T H &Kamitsuru, S. (2015). Diagnosis KeperawatanDefinisi&Klasifikasi 2015-2017 Edisi 10.AlihBahasa Budi Anna Keliat, dkk. Jakarta : EGC

Junaidi, Iskandar. (2010). HipertensiPengenalan, Pencegahan, danPengobatan.Jakar5ta : PT BhuanaIlmuPopuler

Kompas, (2017).Ketidakefektifanperlindungan.Avilable from URLhttps://megapolitan.kompas.com/read/2017 (Diaskestanggal 18 Mei 2018).

Kowalak, J P, Welsh, W, & Mayer, B. (2013). Buku Ajar Patofisiologi. Penerjemah Andri Hartono. Jakarta : EGC

Kowalski, S.R. (2010) A Comparative analysis of the Libyan national essential medicines list and the WHO model list of essentialmedicines.http://creativecommons.org/licences/by-nc/3.0. Diaksespada 3 Oktober 2017

Kumar, V., Cotran, RS., Robbins, SI. (2010). Buku Ajar Patologi Robbins.Jakarta : EGC

8u

Downloads

Published

2021-05-04

How to Cite

Febriawan, G. T. ., Indriyani, P. ., & Ningtyas, R. . (2021). PENGARUH PENERAPAN KOMPRES HANGAT PADA PASIEN KEJANG DEMAM DENGAN HIPERTERMI. Journal of Nursing and Health, 5(1), 52-57. https://doi.org/10.52488/jnh.v5i1.117

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.